12 jam keliling kupang

Begitu mendarat di Kupang, yang menarik perhatianku cuma satu : panasnya, pasti mataharinya ada dua nih! Suhu udara yang berkisar di antara 30-33 derajat Celcius ini membuatku mengipas-ngipaskan brosur ke wajah. Ibukota Nusa Tenggara Timur ini terletak di pulau Timor, sekitar dua jam penerbangan dari Denpasar. Lokasinya yang strategis di tepi laut di selatan Indonesia, membuatnya sebagai jalur transportasi yang kerap dijadikan sebagai tempat transit pesawat atau kapal laut menuju banyak pulau-pulau di Nusa Tenggara. Berbagai usaha juga tumbuh di sini, sehingga sering dikunjungi untuk business trip.

Di masa lalu, Pulau Timor memiliki 12 bandar laut di pesisir-pesisir pantai, di mana salah satunya menghadap ke teluk Kupang. Nama Kupang sendiri berasal dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah sebelum bangsa Portugis tiba di Nusa Tenggara Timur. Sewaktu zaman Belanda dan VOC-nya tempat ini disebut Koepan, dan lama kelamaan dilafalkan sebagai Kupang. Kota ini mengalami banyak akulturasi karena kedatangan bangsa-bangsa barat tersebut, karena menjadi pelabuhan yang strategis sehubungan dengan kekayaan rempah Nusa Tenggara Timur. Pada masa VOC, mereka mendatangkan penduduk dari pulau Rote, Sabu, dan Solor di daerah penyangga untuk pengamanan kota Kupang.

Uniknya, kota ini tidak terhampar datar begitu saja seperti kota-kota pelabuhan umumnya di Jawa, tapi berbukit-bukit dan naik turun, sehingga asyik sekali berputar-putar kota, baik naik mobil, motor, apalagi sepeda! Penduduk kota Kupang yang multi etnis bisa ditemui di mana-mana, berasal dari suku Timor, Rote, Sabu, Flores, Alor, Lembata, Tionghoa dari sekitar, ataupun pendattang dari Bugis, Jawa dan Bali.

Berkunjung ke Kupang di bulan Nopember, siap-siaplah dimanjakan dengan pemandangan pohon flamboyan kuning jingga yang bertebaran di banyak sisi jalan. Jika punya waktu untuk keliling Kupang dengan singkat, berikut beberapa referensi.

Kota lama Kupang

Terletak di tepi laut, dipenuhi oleh deretan toko-toko yang menandakan lokasi ini adalah area niaga sejak zaman dulunya. Bisa berjalan-jalan di trotoar, atau hanya melihat angkot yang lalu-lalang sambil memperdengarkan musik-musik berisik. Di tepi lautnya bisa menikmati debur ombak sambil makan seafood dibuai angin. Nah, ada satu lokasi yang paling fotogenik, karena mural dindingnya yang asyik punya!

1-3-kupang-bangunan-tua

1-1-kupang-penunggu-angkutan-umum

1-5-kupang-kota-tua-mural

1-6-kupang-kota-tua-mural

Pelabuhan Tenau

Ini adalah jalur transportasi yang sudah ada sejak zaman dahulu, di sini terdapat pelabuhan barang dan pelabuhan penumpang. Dari pelabuhan Tenau ini kapal menuju Rote, Sumba, Sabu, Aimere, Alor diberangkatkan. Suasana di sini tidak menyeramkan, pembelian tiket cukup teratur dan petugas-petugasnya kooperatif memberikan bantuan. Banyak juga kapal barang yang besar bersandar di sini dan melakukan aktivitas bongkar muat. Kapal-kapal kecil menuju pulau Semau juga berangkat dari sini. Walau ada warga lokal yang akan mengerubungi menawarkan jasa angkut, tapi tenang saja, mereka ramah dan keep smiling..

2-1-kupang-pelabuhan-tenau

2-2-kupang-pelabuhan-tenau

2-4-kupang-pelabuhan-tenau

2-3-kupang-pelabuhan-tenau

Car Free Day di depan kantor walikota

Diadakan setiap hari Minggu, acara ini menjadi ajang pamer komunitas yang seru. Beberapa kumpulan anak-anak muda di Kupang mengadakan aksi-aksi seru seperti main sepatu roda, skateboard, sepeda. Selain itu mereka juga hobi menari beramai-ramai dalam irama yang rancak. Pas juga untuk cuci mata sambil mencari yang manis-manis!

3-4-kupang-caf-free-day

3-1-kupang-caf-free-day

3-2-kupang-caf-free-day

3-3-kupang-caf-free-day

Gereja Masehi

Sebagai kota pelabuhan, Kupang menjadi salah satu jalur misionari penyebaran agama Kristen di masa lalu. Gereja ini berdiri pada tahun 1887 dan masih digunakan sampai sekarang. Terletak di kota lama Kupang, tidak diperlukan izin khusus untuk masuk ke dalamnya. Ukiran besi tempa dan jendela-jendela bermodel Hindies masih awet berdiri karena dirawat dengan baik. Meskipun bukan umat Nasrani, aku diizinkan masuk dan mengambil foto di dalam.

4-1-kupang-gereja-masehi

4-2-kupang-gereja-masehi

4-3-kupang-gereja-masehi

Goa Kristal

Sekitar setengah jam dari kota Kupang, goa cantik ini terletak di kawasan baru-batu karang. Di dalamnya terdapat kolam yang cukup luas dan bisa direnangi berkeliling. Paling bagus dikunjungi di siang hari antara jam 11 hingga jam 1 ketika cahaya matahari jatuh di dalam. Pemandu untuk ke goa ini adalah anak-anak kecil yang tinggal di desa sekitar, pasti akan mengerubuti ketika mobil datang. Udara di dalam goa sejuk, teduh, tidak seperti Kupang yang panas. Menuruni mulut goa agak menimbulkan peluh, tapi terbayarkan ketika mencebur. Byur!

5-1-kupang-goa-kristal

5-3-kupang-goa-kristal

5-4-kupang-goa-kristal

5-5-kupang-goa-kristal

Kampung Solor

Tempat makan malam yang cukup hits di Kupang, di mana bisa memilih aneka hidangan laut yang segar, tinggal minta dimasak dan dibumbui sesuai selera kita. Jika sudah lelah bertualang keliling Kupang, mampir di tempat ini pasti mendadak gembul. Cumi bakarnya sangat menggoda iman dan perasaan!

5-6-kupang-kampung-solor

Toko oleh-oleh Kupang

Mampir Nusa Tenggara harus siap-siap jatuh cinta pada koleksi tenunnya yang berwarna-warni cantik dan rasanya pengen memborong semuanya untuk dibawa pulang. Satu toko yang berada di sudut kota lama Kupang ini menyediakan aneka tenun dari yang kecil-kecil dan harganya terjangkau hingga kain lebar untuk selimut berharga jutaan. Siap-siap terjebak dalam pesona warna dan padu padan yang cantik, deh. Toko seni Kupang yang berada di Jalan Sukarno no 27 ini menjual aneka kerajinan khas NTT juga.

Sementara kalau mencari oleh-oleh berupa makanan, mampirlah ke toko Ibu Soekiran di Jl Hatta, karena di sini menjual se’i sapi, abon ikan, aneka keripik jagung, gula hela, gula sabu cair, dan aneka penganan lainnya. Makanan olahan di sini dijamin halal.

6-1-kupang-toko-oleh-oleh

6-2-kupang-toko-oleh-oleh

6-3-kupang-toko-oleh-oleh

Tanah Timor yang terbentuk dari karang-karang membentuk kontur tanah dipenuhi gunung-gunung batu yang cantik. Di tepi-tepi kota bisa ditemukan desa-desa dengan pagar dari batu karang yang tersusun tanpa perekat, di bawah kanopi pohon-pohon yang menaungi. Mengunjungi Kupang di bulan Nopember berarti akhir dari musim kemarau, sehingga pepohonan sekitar mengering dan meranggas. Tetap eksotis dengan nuansa coklat jingga.

7-1-kupang-pohon-kering

7-3-kupang-jalan-desa

7-1-kupang-pagar-batu

7-4-kupang-laut

7-5-kupang-flamboyan

catatan : Aku tidak melakukan sesuai urutan ini, tapi kira-kira kamu punya waktu sekitar sehari untuk berkeliling kota sesudah perjalanan dinas, 12 jam ini cukup.

Cuma kota Kupang saja? Tentu tidak, masih banyak yang akan kuceritakan lagi tentang Pulau Timor ini.

Terimakasih untuk ASITA NTT yang telah mengundang untuk perjalanan ini.
Kunjungi tautannya untuk informasi wisata lainnya di NTT

#ExploreTimor #ExploreTheDiversity
Kupang, 20/24/27 Nopember 2015
Ditulis di Depok, 12.12.2015 22:34 WIB

cerita lain :
12 jam keliling kupang
cerita senja tablolong

elegi fatumnasi
rumah-rumah yang berlari dalam perjalanan menuju kolbano
cerita dari batu-batu di pantai kolbano
semau, satu bukit dan sekian pantai

Advertisements

27 thoughts on “12 jam keliling kupang

  1. Gara says:

    Keren banget… tapi mari berkomentar!
    Pertamanya heran dengan logo kantor saya yang ada di bangunan tua. Dan kemudian berpikir kalau mural itu dikembangkan jadi objek wisata seperti di negara tetangga, boleh banget kan? Seterusnya soal kontur yang tak rata, seingat saya Semarang juga kota pelabuhan dan kontur tanahnya ajaib :hihi.
    Dan soal nisan Belandanya! Dari sini saya bisa membaca “opper koopman” di “opper hooft van Timor” yang artinya kalau tak salah “pedagang senior yang bertugas di Kantor Timor” tapi mengingat nisannya alakazam seperti nisan gubernur jenderal jadi sepertinya dia berasal dari keluarga berada (atau menikah dengan gadis yang keluarganya punya kedudukan khusus, tak aneh di zaman itu, apalagi melihat tahunnya yang 1789).
    Goa kristal itu… doh, keren banget, fakta bahwa itu dijelaskan di postingan Kupang jadi membuat saya berpikir memangnya dekat dengan kotakah? Kalau iya, waduh… sayang sekali jika ke Kupang tapi tak singgah di sana. Dengan semua makanan dan keramahan itu, Kupang bisa jadi ibukota pariwisata di Indonesia Timur, lengkap banget sih :hehe.
    Aaaaak, mau bangetlah kalau jalan dan jelajah di situ :hihi!

    *maap komennya kepanjangan :haha*.

    • indrijuwono says:

      balas komen ah,
      logo kantormu? iyalah, tempat bayar upeti mesti ada cabangya di mana-mana, hiii. dan mural memang oke banget buat dikembangkan, berharap bener2 ada dukungan untuk ini, secara instagramable sekaleee..
      kontur semarang masih dominan datar, dan naik berbukitnya baru di lingkar sesudah simpang lima. kota ende dan labuan bajo juga berbukit begini, dan ah, kamu membuatku ingin ke maumere dan lembata.
      tulisan di nisan, aku tak paham bahasa belanda, waw, hebat banget analismu itu.
      goa kristal tak jauh dari kupang, bisa naik angkot sekitar 1/2 jam lebih ( ingat, 30 menit di daerah sana itu bisa belasan km) dan di antara daerah pemukiman, jadi cukup ramai.

      hayo, business trip ke Kupang.

      • Gara says:

        Ya Tuhan tempat bayar upeti… :haha. Ampun!
        Banyak yang bisa dikembangkan nih dari Kupang… ceritanya juga segudang. Ah, mesti ke sana!

    • jejakembara says:

      Salam.
      makam Belanda yang tampak adalah makam dari William Adrian Van Eeste, Opperhooft (kepala dagang VOC untuk kawasan daerah, di bawah gubernur jendral sepertinya). Nama ini sempat terekam dalam jurnal Kapten William Bligh dari kapal Bounty yang ke Kupang 2 abad lalu.

  2. omnduut says:

    Waah kompleeet. 🙂 Kupang itu fotogenic ya mbak. Kayaknya diambil dari sudut manapun cakep aja gitu 😉 paling penasaran sama Kampung Solor. Pingin nyobain ikannya yang seger itu hahaha *komen tukang makan

  3. fanny fristhika nila says:

    tiap sedang traveling ke mana aja, yg selalu jadi tujuan utamaku itu pasti Kuliner ^o^!! apalgi kalo ke daerah pesisir yg makanannya udh pasti kebanyakan seafood, uwwooh…. sukkaaa… ikan2nya td aja udh bikin kepengin mbaa 😉 terlihat segar… ga prlu bumbu macem2 itu.. rasa dagingnya udh manis 😀

  4. jejakembara says:

    Di sebelah gereja ada gedung tua yang merupakan rumah dari asisten residen era kolonial. Menyeberang jalan, menuju utara beberapa puluh meter belok kiri, tersembunyi di balik gedung2 ada Klenteng Lay. Tempat menyimpan abu jenazah marga Lay (Tionghoa). Masjid Agung Al Baitul Qadim di Airmata pertama dibangun awal tahun 1800an.
    Tugu Pancasila di Kota Lama, merupakan tempat pertama di muka bumi yang memuat pernyataan Four Freedom. Pernah dikunjungi Presiden Soekarno di tahun 50an.
    Bangunan2 bergaya lama dengan atap genteng tinggi, jendela dan pintu jalusi (mungkin cirinya jaman kolonial) bertebaran di sejumlah titik di Kota Lama.
    Salam dari Kupang.

  5. SOLUSI Antar Jemput says:

    Numpang Promo, Disini kita mau berbagi info buat kalian yang sedang atau berniat mengunjungi kota kupang, kalo kalian pingin berlibur dan berjalan jalan dikota kupang, ada jasa mobil Antar Jemput. Harganya Ekonomis banget, Pelayanan Ramah, Supirnya humoris, dan tentu aman dan bersih mobilnya.
    untuk nomor pemesanan bisa hubungi ke
    hp/wa : 0823-99-0000-99; 082399000099
    bbm : 5f786755
    line id : solusianjem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s