flores flow #13 : tentang laut, kapal, dan hati

1-labuan bajo-harbour

dan orang-orang yang turun dari perahu
membayangkan suatu kerajaan ringkik kuda
di lembah-lembah perbukitan
~ Sapardi Djoko Damono

Berlayar dari Labuan Bajo? Susuri jalan sepanjang tepian laut dan temukan banyak tawaran menggoda dari berbagai agen yang membuka jasanya. Mau kapal phinisi, kapal besar, kapal kecil, tergantung berapa jumlah rekan yang kamu bawa. Ingin berenang, snorkeling, diving, atau hanya berbaring-baring saja di geladak kapal, semua bisa disediakan.

Jalur pelayaran juga beraneka ragam. Jika punya waktu satu hari, bisa ke Pulau Rinca saja atau pulau Komodo saja. Dua hari satu malam, bisa mampir ke kedua pulau habitat kadal raksasa Komodo itu. Tambah satu hari lagi, bisa mampir Pulau Padar yang lengkungannya indah. Titik snorkeling dan diving yang menarik juga akan ditunjukkan oleh pemandu-pemandunya.

Bermalamlah di perairan Pulau Kalong yang tenang, ditemani kepak kelelawar yang berhamburan menjelang malam, mengistirahatkan badan yang lelah usai bermain di Pantai Pink. Amati kampung Komodo di atas air dengan warna-warni uniknya, sempatkanlah berkunjung bila waktu memungkinkan.

Satu yang mungkin tak ada kepastian adalah kondisi alam.

Warna langit tidak pernah bisa dipesan, volume angin tidak bisa diatur, permukaan tenang tidak bisa selamanya sama, pelangi tidak pernah datang atas permintaan. Laut akan selalu berubah. Yang bisa dilakukan manusia adalah belajar selaras, karena melawan alam bisa mengundang bencana. Berlayar mengikuti angin, untuk melambat.

2-labuan bajo-harbour

3-boat-sailing-komodo

4-sailing-komodo-with-phinisi

5-sailing-komodo

6-sailing-komodo

7-sailing-komodo

8-sailing-komodo

9-sailing-komodo

10-phinisi-sailing-komodo

11-komodo-village

12-komodo-village

13-sailing-komodo

14-sailing-komodo-kalong-island

15-sailing-komodo-kalong-sunset

berdiri di pelabuhan, menatap kapal datang dan menepi
orang-orang berteriak, bertambat, atau berlayar jauh pergi.

laut, bersua dan sirnakan semua gundah yang dinanti
di sini angin tidak bertiup kencang dan hujan tidak berderai
di sini ombak tidak beriak hingga senja datang kembali
di sini langit malam begitu cerah menunggu pagi hari.

laut, jika benar dasarmu dalam, bolehkah kutenggelamkan saja rasa di hati?

flores finite.
(janji selesai ditunaikan, pada kehidupan masing-masing kami kembali)
15.11.2014

Advertisements

24 thoughts on “flores flow #13 : tentang laut, kapal, dan hati

  1. Gara says:

    Aduh, dalam betul maknanya. Sedalam lautan di Bumi Flobamora Manise sana, atau mungkinkah lebih dalam, karena dalamnya laut dapat terduga, tapi dalamnya hati, manalah mungkin?
    Cantiknya bumi pertiwiku. Di balik bukit yang menggersang, ada gegap gempita kehidupan dalam rumah-rumah panggung aneka warna. Laut mengkobalt memantulkan langit, dengan gerak tarian arusnya kian kemari menggoda para pelaut.
    Menakjubkan, Mbak :)).

  2. rahayuasih says:

    Suka gaya bahasanya bagus kak. Pemandangannya kece abis. Dari dulu pengen ke Bajo gak kesampaian. Nabung untuk liburan tapi kepakai dengan yang lain. Hufff 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s