stempel di jepang, pengingat perjalanan

DSC_0831

Every man bears the whole stamp of the human condition.
Michel de Montaigne

Menurut beberapa berita yang pernah kubaca, orang Jepang suka sekali mengumpulkan stempel. Makanya di hari pertama aku sampai di sana dan menemukan stempel lucu di Osaka Castle, aku langsung mencari buku notes untuk tempat mengumpulkan koleksiku ini. Daripada koleksi pin, boneka, perangko, suvenir, magnet kulkas, gantungan kunci, atau barang-barang yang dibawa, sepertinya ini lebih murah (dan lebih ringan).

Di banyak tempat, di stasiun, di museum, di titik-titik menarik selalu ada stempel sebagai kenang-kenangan pengingat tempat. Bisa didapatkan dengan gratis di satu sudut awal, atau pun sesudah berkeliling museum atau taman sekali pun. Di stasiun, lokasi stempel biasanya di dekat gate masuk, atau di dekat pusat informasi, dengan ukuran yang cukup besar, sekitar diameter 6 cm. Gara-gara ini, setiap sampai di stasiun baru aku selalu celingukan mencari lokasi bak stempelnya.

Stempel-stempel ini biasanya bergambar bentuk bangunannya, yang disederhanakan menjadi garis-garis yang menggambarkan karakter bangunan dengan kuat. Ciri ini yang menjadikan stempel-stempel ini sangat menarik dan menjadi salah satu kenangan menarik di satu destinasi tertentu. Apalagi stempel kota atau stempel stasiun, dengan tema ikon-ikon kotanya yang dijadikan dalam satu motif stempel.

Selain itu, juga ada stempel yang menggambarkan aktivitas di dalam bangunan tersebut, tokoh-tokoh ataupun maskot lokasi. Kadang-kadang di satu tempat tak cukup hanya satu stempel saja, tapi ada beberapa dengan berbagai warna dan ukuran. Jadi bisa dicoba segala macam hasilnya. Rasanya untuk anak-anak, mengoleksi stempel ini bisa menjadi pengingat perjalanan yang menarik. Ide yang sangat bagus untuk diterapkan di negeriku.

dari kuil di Mount Shosa, Himeji

stempel dari kuil di Mount Shosa, Himeji

dari Museum of Literature (design by Tadao Ando), Himeji

stempel dari Museum of Literature (design by Tadao Ando), Himeji

Nara Station Stamp

Stempel dari Stasiun Nara, kota penuh rusa

Stempel dari Isuien Garden dan Todaiji Temple

Stempel dari Isuien Garden dan Todaiji Temple

stempel di Shin-Osaka Station

stempel di Shin-Osaka Station

Stempel dari Kyoto Station

Stempel dari Kyoto Station

Stempel dari Kyoto, Kiyomizudera dan Kodai-Ji Temple

Stempel dari Kyoto, Kiyomizudera dan Kodai-Ji Temple

stempel dari stasiun Arashiyama

stempel dari stasiun Arashiyama

stempel dari stasiun Arashiyama Torokko, the romantic train

stempel dari stasiun Arashiyama Torokko, the romantic train

stempel dari stasiun Saga Torokko, di tepi hutan bambu Arashiyama

stempel dari stasiun Saga Torokko, di tepi hutan bambu Arashiyama

stempel dari stasiun JR Namba, Osaka dengan motif kota yang modern

stempel dari stasiun JR Namba, Osaka dengan motif kota yang modern

dari museum of prefectural art di Okayama

dari okayama prefectural museum of art

figur-figur lucu dari okayama prefectural museum of art

figur-figur lucu dari okayama prefectural museum of art

bahkan di korakuen garden juga menemukan stempel

bahkan di korakuen garden juga menemukan stempel

cenotaph untu berdoa di hiroshima

cenotaph untu berdoa di hiroshima

hiroshima peace memorial museum

hiroshima peace memorial museum

miyajima, Torii at the water

miyajima, Torii at the water

Nagasaki prefectural museum of art

Nagasaki prefectural museum of art

dejima building series

dejima building series

Atomic Bomb Museum

Atomic Bomb Museum

cerita lainnya :
traveling ke jepang, bawa koper atau ransel?
menyusuri trotoar jepang demi manhole cover

Advertisements

30 thoughts on “stempel di jepang, pengingat perjalanan

  1. helterskelter says:

    aku juga waktu ke Osaka Castle berebutan stempel sama anak-anak kecil, hahaha.
    hal sederhana begini aja emang bikin seneng ya, ingat masa kecil waktu tren main stempel. anak sekarang mana ngerti. hufh…

  2. Gara says:

    Wah ada si Conan Edogawa juga :hehe. Oh iya kan ke Kansai ya, ketemu Heiji Hattori tidak, Mbak? *plak*.
    Ah, ini mirip dengan hanko ya, stempel yang pasti dimiliki setiap keluarga di Jepang. Iya, menarik banget ini kalau diterapkan di Indonesia, misal di setiap paviliun di TMII, kalau ada anak-anak main ke sana pasti seru banget. Jangankan mereka, saya pun kayaknya tertarik kalau permainannya berburu stempel :wkwk.

      • Gara says:

        Bagaimana kalau cara meminta stempel di kantor pos kita ubah dengan cara saling berkirim kartu pos? Jadinya selain stempel juga bisa dapat prangko :hihi.

      • Gara says:

        Oh iya, kalau Minggu kantor posnya tutup… eh tapi yang di Cikini buka 24/7 sih, kalau saya tidak salah *tralala*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s